Identifikasi Daerah Rawan Longsor Kota Ambon Berdasarkan Kemiringan Lereng Dan Curah Hujan
Kata Kunci:
GIS, Tanah Longsor, Langsat8Abstrak
Bencana tanah longsor tidak hanya menimbulkan kerugian materi berupa harta benda yang rusak, tetapi juga berdampak secara multidimensional terhadap kehidupan masyarakat. Dampak tersebut mencakup gangguan psikologis pada korban, keharusan relokasi penduduk dari wilayah berisiko, serta penurunan minat investasi akibat ketidakstabilan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi bencana tanah longsor yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan untuk meminimalkan risiko serta melindungi keselamatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah rawan bencana tanah longsor di Kota Ambon dengan memanfaatkan citra satelit Landsat sebagai salah satu sumber data spasial utama. Analisis dilakukan terhadap wilayah yang menunjukkan tingkat kerawanan tinggi terhadap longsor. Faktor-faktor penyebab longsor yang dianalisis meliputi peta curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng, kepadatan penduduk, serta kondisi tutupan lahan. Dengan integrasi berbagai data tersebut, diharapkan dapat dihasilkan peta kerawanan tanah longsor yang akurat sebagai dasar dalam perencanaan tata ruang dan kebijakan mitigasi bencana di Kota Ambon, sehingga risiko bencana dapat ditekan dan keberlanjutan pembangunan daerah tetap terjaga.
Referensi
[1] H. M. Kesaulya1, H. Poli2, and E. D. Takumansang3, “PERENCANAAN MITIGASI BENCANA LONGSOR DI KOTA AMBON.”
[2] A. S. Muntohar, “Tanah Longsor: Analisis-Prediksi-Mitigasi,” Univ. Muhammadiyah Yogyakarta, p. 13, 2010.
[3] O. Library, I. Society, S. Mechanics, G. Engineering, and D. Committee, “INTERNATIONAL SOCIETY FOR SOIL MECHANICS AND o n s id eratio n o n lan d s lid e m ec h an is m b as ed o n p o re w ater p res s u re lo ad in g tes t”.
[4] S. R. R. Pattiselanno, “Pemanfaatan GIS dalam Pembuatan dan Penetuan Morfometri DAS Wailela,” J. Simetrik, vol. 11, no. 1, pp. 382–387, 2021, doi: 10.31959/js.v11i1.559.
[5] C. ’Aina, I. Nurjahjaningtyas, and R. Alfifah, “Mitigasi Daerah Rawan Bencana Longsor Berbasis Pemetaan,” Matrap. J. Perenc. Wil. dan Kota, vol. 2, no. 2, pp. 109–121, 2021.
[6] A. Rahman, A. A. Qashlim, and A. Kahpi, “Sistem Inventerisasi Daerah Rawan Bencana Pada Kecamatan Tapalang,” J. Peqguruang Conf. Ser., vol. 2, no. 2, p. 813, 2021, doi: 10.35329/jp.v3i2.2184.
[7] A. Taryana, M. R. El Mahmudi, and H. Bekti, “Analisis Kesiapsiagaan Bencana Banjir Di Jakarta,” JANE - J. Adm. Negara, vol. 13, no. 2, p. 302, 2022, doi: 10.24198/jane.v13i2.37997.
[8] Y. Nurani, H. Hapidin, C. Wulandari, and E. Sutihat, “Pengenalan Mitigasi Bencana Banjir untuk Anak Usia Dini melalui Media Digital Video Pembelajaran,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 6, no. 6, pp. 5747–5756, 2022, doi: 10.31004/obsesi.v6i6.2940.
[9] K. P. Widayati and F. Husain, “Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana Banjir,” J. Ilm. Permas J. Ilm. STIKES Kendal, vol. 13, no. 3, pp. 887–894, 2023, doi: 10.32583/pskm.v13i3.974.
[10] Y. Nasrullah, Z. Akbar, and A. Supena, “Pengembangan Media Komik untuk Meningkatkan Pemahaman Kesiapsiagaan Bencana Banjir pada Anak,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 6, no. 2, pp. 832–843, 2021, doi: 10.31004/obsesi.v6i2.1540.